Ketika Nyawa Direduksi Menjadi Angka: Catatan atas Pernyataan Presiden soal Keracunan MBG
Pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut angka keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) “masih manusiawi” karena hanya sekitar 0,0007 persen memantik kegelisahan publik. Bukan semata soal persentase, melainkan soal cara pandang terhadap nyawa manusia.
Angka, betapapun kecilnya, tidak pernah netral ketika di baliknya terdapat manusia yang menderita. Bahkan jika satu orang saja mengalami keracunan, itu bukan sekadar statistik. Ia adalah manusia, anak dari seseorang, warga negara yang hak dasarnya—atas keamanan dan kesehatan—harus dijamin negara.
Logika persentase kerap digunakan dalam manajemen risiko. Namun, ketika logika itu diucapkan oleh seorang kepala negara dalam konteks keselamatan rakyatnya, publik berhak bertanya: di mana empatinya? Ribuan kasus keracunan tidak bisa diputihkan hanya dengan pembagian angka dan persentase. Rasa sakit, trauma, bahkan potensi kehilangan nyawa tidak pernah “mengecil” hanya karena dibingkai dalam hitungan matematis.
Program MBG sejatinya membawa misi mulia: memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan tercukupi gizinya. Justru karena itu, standar keamanannya harus nol toleransi. Menyebut dampak buruk sebagai “masih manusiawi” berisiko menormalisasi kelalaian dan mengaburkan tanggung jawab negara untuk melakukan evaluasi menyeluruh—mulai dari rantai pasok, higienitas dapur, hingga pengawasan distribusi.
Kepemimpinan bukan hanya soal efisiensi dan angka keberhasilan, tetapi juga bahasa empati. Dalam isu yang menyentuh kesehatan dan keselamatan publik, kata-kata pemimpin menentukan arah kebijakan dan kepercayaan rakyat. Rakyat tidak menuntut kesempurnaan, tetapi mereka menuntut kesungguhan dan kepekaan.
Pada akhirnya, nyawa manusia tidak pernah—dan tidak boleh—dipersempit menjadi angka. Negara ada untuk melindungi setiap warganya, bukan untuk menenangkan kegelisahan publik dengan persentase.
#MakanBergiziGratis
#KeracunanMBG
#PrabowoSubianto
#KebijakanPublik
#KesehatanAnak
#KeamananPangan
#HakWargaNegara
#OpiniPublik
#BeritaNasional



0 Response to "Ketika Nyawa Direduksi Menjadi Angka: Catatan atas Pernyataan Presiden soal Keracunan MBG"
Posting Komentar