Beijing Nilai Serangan Israel di Gaza Berpotensi Genosida
BEIJING — Pemerintah Tiongkok menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil jarak dari Israel menyusul memburuknya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Beijing menilai operasi militer Israel telah melampaui batas kemanusiaan dan berpotensi mengarah pada tindakan genosida terhadap warga sipil Palestina.
Dalam pernyataan resminya, Tiongkok menegaskan bahwa serangan yang berlangsung tanpa henti telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar, termasuk perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan infrastruktur vital seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas publik lainnya.
“Tindakan kekerasan yang terus berlanjut ini tidak hanya melanggar prinsip-prinsip dasar kemanusiaan, tetapi juga berpotensi melanggar hukum internasional,” tegas perwakilan pemerintah Tiongkok. Beijing menilai dunia internasional memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk tidak tinggal diam.
Tiongkok juga menyerukan agar negara-negara di dunia menghentikan dukungan, baik politik maupun militer, terhadap Israel selama operasi militer di Gaza masih berlangsung. Menurut Beijing, sikap diam atau pembiaran sama artinya dengan turut bertanggung jawab atas penderitaan warga sipil Palestina.
Selain itu, Tiongkok mendorong penyelesaian konflik Palestina–Israel melalui jalur diplomasi yang adil dan damai, berdasarkan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Beijing kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai jalan keluar jangka panjang untuk menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang.
Seruan Tiongkok ini menambah tekanan global terhadap Israel di tengah meningkatnya kecaman internasional atas situasi kemanusiaan di Gaza, yang oleh banyak pihak disebut sebagai salah satu krisis terburuk dalam beberapa dekade terakhir.


0 Response to "Beijing Nilai Serangan Israel di Gaza Berpotensi Genosida"
Posting Komentar