poto Mendikdasmen Buka Suara :Ist
Tragedi Pendidikan: Siswa SD Diduga Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
SUARATANGSEL – Dunia pendidikan kembali berduka. Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga bunuh diri. Dugaan sementara, korban mengalami tekanan psikologis karena ketidakmampuan keluarga membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada akhir Januari 2026. Korban yang masih berusia sekitar 10 tahun itu ditemukan meninggal di kebun dekat rumahnya. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, sehari sebelum kejadian korban sempat meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli perlengkapan sekolah, namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Kasus ini menyita perhatian publik karena menyentuh persoalan paling mendasar dalam dunia pendidikan: akses terhadap alat belajar yang seharusnya menjadi hak setiap anak.
Menanggapi peristiwa ini, sejumlah pihak menyampaikan keprihatinan mendalam. Pemerintah pusat menyebut kasus tersebut sebagai alarm serius bagi sistem perlindungan anak dan pemerataan pendidikan, khususnya di daerah tertinggal dan keluarga miskin ekstrem.
Kementerian terkait menyatakan akan melakukan penelusuran menyeluruh, termasuk mengevaluasi peran sekolah, pemerintah daerah, serta efektivitas bantuan pendidikan seperti dana BOS dan program perlindungan sosial bagi keluarga tidak mampu.
Pengamat pendidikan menilai tragedi ini menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya soal gedung sekolah dan kurikulum, tetapi juga menyangkut kepekaan sosial dan pendampingan psikologis terhadap anak-anak yang rentan.
“Anak-anak tidak boleh menanggung beban ekonomi keluarga sendirian. Negara, sekolah, dan masyarakat harus hadir lebih awal sebelum tekanan itu berubah menjadi tragedi,” ujar seorang aktivis perlindungan anak.
Hingga kini, pihak kepolisian setempat masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab kematian korban. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan dan tetap menghormati privasi keluarga.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa kemiskinan dan ketimpangan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa, serta menuntut kehadiran negara yang lebih nyata dalam melindungi masa depan anak-anak Indonesia.
![]() |
| Pasang Iklan Hub |


0 Response to " Tragedi Pendidikan: Siswa SD Diduga Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena"
Posting Komentar