![]() |
| Poto :Ist |
Viral Penjual Es Gabus di Kemayoran, Warga Soroti Cara Penanganan Pedagang Kecil
Jakarta Pusat – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang penjual es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat sedang berjualan. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 itu menuai perhatian dan reaksi dari banyak warga.
Dalam video tersebut, penjual es gabus bernama Suderajat (49) dituduh menjual es berbahan berbahaya seperti spons atau busa. Tuduhan ini bermula dari kecurigaan sejumlah warga terhadap tekstur es yang dijualnya.
Menurut keterangan Suderajat, beberapa oknum aparat mendatanginya dan melakukan pemeriksaan di lokasi. Dalam proses tersebut, dagangan es gabus diremas, diinjak, bahkan dilempar ke arahnya. Ia juga mengaku dipaksa mencicipi dagangannya sendiri untuk membuktikan bahwa es tersebut aman dikonsumsi.
Akibat kejadian itu, Suderajat mengalami luka ringan di wajah serta nyeri di bagian bahu. Ia juga mengaku mengalami trauma dan sempat berhenti berjualan selama beberapa hari karena merasa takut kembali mengalami perlakuan serupa.
Peristiwa ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu simpati dari masyarakat. Banyak warganet menilai bahwa pedagang kecil seharusnya mendapat perlindungan dan perlakuan yang lebih manusiawi, bukan justru ditekan di ruang publik.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan lanjutan dengan membawa sampel es gabus ke laboratorium forensik. Hasil uji dari Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan bahwa es gabus yang dijual Suderajat aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Setelah hasil tersebut diumumkan, aparat yang terlibat menyampaikan permintaan maaf kepada Suderajat dan masyarakat. Mereka mengakui telah bertindak terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa penanganan laporan warga perlu dilakukan dengan cara yang bijak, mengedepankan klarifikasi dan kemanusiaan. Warga berharap, kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya terhadap pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari usaha harian.


0 Response to "Viral Penjual Es Gabus di Kemayoran, Warga Soroti Cara Penanganan Pedagang Kecil"
Posting Komentar