![]() |
| Ist |
Waspada Hoaks Beras Kimia, Kenali Ciri dan Cara Menyikapinya
Pesan berantai tentang dugaan beras kimia produksi “UD Widodo” kembali beredar di WhatsApp dan media sosial. Padahal, informasi tersebut bukan kejadian baru, melainkan kasus lama yang telah ditangani dan selesai sejak tahun 2017. Penyebaran ulang informasi tanpa konteks ini berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Hoaks semacam ini biasanya memiliki pola yang sama. Narasinya panjang dan menakutkan, menyebut istilah berbahaya seperti “bahan kimia”, “penyebab kanker”, serta mencatut nama aparat atau lembaga resmi. Namun, satu hal penting sering dihilangkan, yaitu waktu kejadian. Tanpa tanggal yang jelas, informasi mudah disalahartikan sebagai peristiwa terbaru.
Isu pangan kerap dijadikan bahan hoaks karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ketika rasa takut muncul, banyak orang langsung meneruskan pesan dengan niat mengingatkan orang lain, tanpa lebih dulu memeriksa kebenarannya. Padahal, tindakan ini justru memperluas dampak hoaks.
Untuk menyikapi informasi semacam ini, masyarakat perlu lebih kritis. Pastikan pesan memiliki sumber resmi, mencantumkan waktu kejadian, dan dapat diverifikasi melalui media kredibel atau keterangan aparat berwenang. Jangan mudah percaya pada pesan berantai yang hanya beredar di grup WhatsApp.
Polisi telah menegaskan bahwa tidak ada penggerebekan baru terkait beras kimia tersebut dan pengawasan distribusi pangan tetap dilakukan secara rutin. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar yang tidak jelas asal-usulnya.
Dengan membiasakan diri cek fakta sebelum berbagi, masyarakat dapat ikut berperan memutus rantai penyebaran hoaks. Bijak menerima informasi berarti ikut menjaga ketenangan, kepercayaan publik, dan keamanan bersama.
![]() |
| custum Perlengkapan MBG, Cafe, Resto, Rumah, Hotel, Kantor, Dll |
Checklist: Kenali Ciri-Ciri Hoaks
-
Tidak ada tanggal kejadian jelas
Informasi lama sering diunggah ulang agar terlihat seperti peristiwa terbaru. -
Narasi berlebihan dan menakutkan
Menggunakan kata-kata seperti “berbahaya”, “mematikan”, atau “penyebab kanker” untuk memicu panik. -
Mengatasnamakan aparat atau lembaga resmi tanpa sumber
Menyebut polisi, satgas, atau kementerian tanpa tautan rilis resmi. -
Hanya beredar di pesan berantai
Tidak ditemukan di media arus utama atau situs resmi. -
Mendesak untuk segera disebarkan
Kalimat seperti “tolong viralkan”, “sebarkan ke semua grup” adalah tanda kuat hoaks.


0 Response to "Waspada Hoaks Beras Kimia, Kenali Ciri dan Cara Menyikapinya"
Posting Komentar